Jumat, 12 Agustus 2011

PUISI : MENCARI


Sepi menggayut, sunyi memeluk
Dalam kesendirian dan kegelapan
Bersama api yang hampir pudar
Mencari cahaya abadi
Menunggu surya datang merengkuh

Sukoharjo, 12 Agustus 2011

PUISI : MENANTI


Sambil merajut benang-benang harapan
Yang rapuh dikoyak sepi
Menguntai air mata yang berderai
Menahan sakit tiada bertepi
Biarlah terus menanti
Menanti kata yang tak pernah terucap
Walau hingga beribu tahun
Hingga hilang ditelan sunyi

Sukoharjo,  18 Juli 2011

Selasa, 19 Juli 2011

SINOPSIS : AMANDEL RIRI

Judul              :    Amandel Riri
Pengarang      :    Arumi Ekowati
Diambil dari   :     Bobo edisi 37, terbit 23 Desember 2010


           Sudah tiga minggu ini Riri tidak mau memakan bekalnya karena takut disebut anak TK.   Meskipun mama sudah menegurnya, Riri tidak mau mendengarkan.  Riri malah memberikan bekalnya pada Pak Dirman, tukang kebun di sekolahnya dan membeli es serut di depan sekolah.  Suatu hari, tenggorokan Riri terasa sakit sekali dan badannya panas tinggi.
             Setelah diperiksa, ternyata amandel Riri infeksi parah karena es serut yang biasa dimakannya tidak bersih.  Akibatnya amandel Riri harus dioperasi.  Awalnya Riri menolak, tapi setelah dokter mengatakan bahwa setelah operasi Riri akan diberi es krim agar cepat sembuh, Riri setuju.
           Setelah dioperasi, Riri bertekad ia tidak akan jajan sembarangan lagi dan memakan bekal buatan mamanya.  Ia tidak peduli meski disebut seperti anak TK, sebab bekal buatan mamanya pasti bersih dan sehat..

Senin, 18 Juli 2011

PUISI : WAKTU

WAKTU

Terus maju
Tak pernah mundur

Terus berjalan ke depan
Tak pernah berputar kembali

Terasa lambat
Sekaligus cepat

Terus bergerak
Tak pernah berhenti

Tak dapat dihindari
Hanya bisa terus dijalani


Sukoharjo, 6 Februari 2010

PUISI : RODA

Roda-roda berputar di depan mata
Pikiran berhenti berjalan
Tubuh lemas dan mata mengantuk
Ah, kapan bel pulang berdentang?

Surakarta, 15 Juli 2011

Jumat, 15 Juli 2011

PUISI : PERJUANGAN

PERJUANGAN
Ketika ayam jantan berkokok
Dan matahari terbit di ufuk timur
Iapun terbangun dari tidurnya
Segera mandi di sungai yang dingin
Dan mengambil tasnya yang lusuh

Melewati gunung dan lembah
Menyebrangi sungai yang berarus deras
Tanpa pedulikan rasa lelahnya

Dari kejauhan,
Terlihat bangunan kecil yang Ia tuju
Senyuman terkembang di wajahnya
Segera dipakainya seragamnya
Dan menuju kelas sebelum bel berbunyi

Sukoharjo, 14 November 2010

PUISI : KEINGINAN

KEINGINAN

Di tengah teriknya matahari
Dan bisingnya perkotaan
Terlihat seorang bocah kecil di tengah sampah yang menggunung
Mencari barang yang dapat dijual
Tanpa pedulikan bau yang menusuk hidung
Tanpa pedulikan panasnya matahari
Tanpa pedulikan keringat yang mengucur deras
Diingatnya ibu dan adiknya untuk memacu semangatnya

Sesaat, dilihatnya sebuah topi merah bertuliskan tut wuri handayani
Teringatlah ia akan sekolahnya dulu
Serta para guru dan teman yang dirindukannya
Tapi apa daya?
Ia harus merelakan mimpinya untuk keluarga yang ia cintai

Dipakainya topi itu
Dan kembalilah ia pada pekerjannya

Sukoharjo, 14 November 2010